Sejarah Pesantren

Segala puji hanya bagi Allah Ta’ala hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Kita berlindung kepada-Nya dari segala keburukan diri kita dan keburukan perbuatan kita. Salam dan shalawat kita sampaikan kepada junjungan Nabi-Nya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, ahli keluarga, sahabat dan orang-orang shalih yang senantiasa mengikuti jejak sunnah beliau hingga hari kiamat.

Perjalanan yang kian terang terbangun dari puing-puing yang dikumpulkan untuk merajut sebuah harapan dengan semangat yang terus dikuatkan berpegang dengan Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sesuai dengan pemahaman salafus sholeh.

Dari taklim yang diasuh ustadz Amzad,S.Ag, M.Pd dan ustadz Nurdiansyah, S.PdI yang diadakan dimasjid-masjid, dan berbekal semangat untuk keluar dari  kejahilan dan memperdalam ilmu untuk menjadi muslim yang utuh berdiri diatas Al-Quran dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, sesuai dengan apa yang dipahamkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepada para sahabatnya, muncul sebuah keinginan kuat untuk mengembangkan dakwah yang membutuhkan sebuah sarana yang digunakan sebagai alat, bukan tujuan.

Dengan kondisi dan kebutuhan akan sarana dan tempat ibadah untuk menyatukan kebersamaan itu,adalah Bapak Subur dan Keluarga dengan sukarela meminjam pakaikan tanah beliau selama 5 tahun. Di atas tanah tersebut oleh para Ikhwan Sei Rampah dibangun Taman Kanak-kanak (TK) dengan nama LEMBAGA PENDIDIKAN AL-URWATUL WUSTQA yang merupakan cikal bakal Pesantren Imam Muslim.

Seiring berjalannya waktu kepercayaan kaum muslimin terhadap lembaga pendidikan ini semakin meningkat, Maka dipandang perlu untuk mencari tanah yang lebih luas dengan sistem WAKAF kaum muslimin khususnya Ikhwan Sei Rampah guna mengembangkan pendidikan dan dakwah dalam melakukan At-Tashfiah (pensucian aqidah dan ibadah) dan At-Tarbiyah (pembinaan umat). Setelah melalui musyawarah dan pengumpulan dana  maka diputuskanlah untuk membeli tanah wakaf tersebut di Jalan Belidaan dusun XI  Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah. Pada tahun 2010 dengan bangunan sangat sederhana dengan dinding tepas beralaskan tanah, penerangan apa adanya dan  orang pertama adalah Ustazd. Heriyanto sekeluarga dengan sukarela sebagai penghuni sekaligus pengasuh pertama pesantren tersebut. Setelah melalui proses yang panjang, dideklarisikan pendirian dengan nama PESANTREN IMAM MUSLIM secara resmi dan dapat Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) 510012180003.

Kurang lebih 8 (delapan) tahun kajian mengajak kepada Tauhid dan Sunnah telah berjalan, meskipun berbagai tantangan dan cobaan menghadang, dengan dorongan keinginan mengharapkan Ridho Allah Ta’ala dan keyakinan bahwa Allah Ta’ala akan menolong siapa saja yang menolong agama-Nya. Alhamdulillah Allah Ta’ala telah memberikan jalan keluar  atas tekad dan usaha mereka untuk terwujudnya sarana pendidikan yang saat ini yayasan Al ‘Urwatul Wutsqa memiliki jenjang pendidikan SDIT, MTs, MAS dan MTIHQ.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita.